Oktober 25, 2021

Waw, Lokasi WPR Lanud Miliki Kandungan Emas Tebal

BOLTIM,JurnalBMR.com :  Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) di Desa Lanud, Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), memiliki kandungan emas yang tebal.

Terbukti aktivitas pertambangan di Desa Lanud  Kecamatan Modayag ini dalam  setiap tahunnya mengalami peningkatan. Meskipun di ketahui lokasi pertambangan lanud  ini sudah berusia cukup lama.

Menurut informasi yang di dapat JurnalBMR.com, WPR yang berdekatan dengan perusahaan J Resource Bolaang Mongondow (JRBM) yang juga bergerak di bidang pertambangan ini, dahulunya adalah bekas pertambangan di masa penjajahan Belanda.

Lokasi pertambangan di Desa Lanut ini, tak pernah sepi di setiap hari nya. Ini karena kekayaan alam yang di terkandung di dalamnya begitu tebal.

Emas yang terkandung di WPR Desa Lanut, tidak hanya terdapat di material batu, maupun pasir saja. akan tetapi, Emas yang memiliki kadar tinggi, juga terdapat di hampir setiap permukaan tanah Desa Lanut.

hal ini terbukti, aktivitas penambang selain bekerja menggali material batu, dan pasir, di dalam tanah, mereka juga mengumpulkan tanah di permukaan, kemudian di saring menggunakan berbagai bahan kimia, sehingga menghasilkan emas yang hampir murni.

Adapun Proses pengolahan Emas di Tambang Desa Lanut, dilakukan dengan tiga cara, pertama dengan cara digiling menjadi menggunakan Tromol, dan juga  menggunakan Raksa atau Merkuri, yang kedua di proses melalui tabung atau Tong dan  menggunakan Sianida. kemudian yang ke tiga dengan cara di siram, menggunakan Karbon dan CN Copernicium

Stevie (26), salah satu penambang lokal warga desa Lanud mengatakan Pertambangan desa Lanut, memiliki kandungan emas yang sangat tebal. Tak hanya di material yang menjadi incaran para penambang. Tetapi permukaan tanah pun menjadi target untuk di olah.“

” Selain Material didalam tanah, Permukaan Tanah di Desa Lanut, pun mengandung emas. ini terbukti banyak aktivitas penambang mengolah tanah di sekitar pemukiman warga,” katanya.

Dijelaskannya, proses pengolahan di pertambangan desa Lanut berbeda-beda. ada yang menggunakan raksa, ada juga yang menggunakan kimia. “Material yang di ambil dari dalam tanah, kebanyakan di olah menggunakan mercuri, sedangkan permukaan tanah yang di gali menggunakan alat berat, diolah menggunakan kimia,” tambahnya.

Sementara itu, Pemerintah Desa Lanut kepada media ini mengaku jika aktivitas di lokasi pertambangan desa lanut telah mengantongi izin. “pertambangan di wilayah Lanut ijinnya di bawah naungan Koperasi KUD Nomontang,” singkatnya.(Muklas)