Oktober 25, 2021

Warga Lolak Khawatir,13 Karyawan PT PP Persero Terduga Sabu Di Duga Beraktifitas Lagi

HUKRIM,JurnalBMR.com: Warga masyarakat Lolak dan sekitarnya mengkhawatirkan Kwalitas kontruksi pembagunan waduk yang di kerjakan oleh PT PP Persero TBK.

Pasalnya Dampak penangkapan puluhan karyawan PT PP Persero Tbk, oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang di duga saat asyik Nyabu dilokasi pembangunan bendungan (Waduk) Lolak, di khawatirkan berpengaruh pada kondisi fisik para pekerja, sehingga pekerjaan terkesan di khawatirkan asal jadi.

Salah satu tokoh masyarakat Lolak Marjan Paputungan, perbuatan yang dilakukan oleh karyawan PT PP Persero Tbk itu akan dapat mempengaruhi buruk dan turut mengancam kualitas konstruksi bangunan Waduk.

Kenapa demikian, kata Marjan, Jika karyawan dipengaruhi oleh narkoba maka dapat mempengaruhi Kualitas Kontruksi Bangunan Waduk. Ditambah lagi, pergaulan bebas para karyawan terhadap para pekerja yang telah mengkonsunsi obat haram tersebut.

Bahkan Marjan sendiri menduga, pihak PT PP melindungi para oknum karyawan yang belum lama ini diamankan BNN Provinsi Sulut.

“Ini patut di pertanyakan oleh publik, Sebab diketahui para oknum yang bersangkutan sudah diamankan BNN. Namun terinformasi parah karyawan itu saat ini sudah dipekerjakan kembali di waduk Lolak,” tutur Paputungan.

Lanjut dia, karyawan yang kerja di bawah dampak narkoba efeknya antara lain Susah berkonsentrasi, turunnya produktivitas kerja, mudah membuat kekeliruan, dan mudah lelah.

“Kami akan lakukan demo jika karyawan yang ditangkap lalu masih dipekerjakan di Waduk. Kami yang ada di Lolak, yang akan terima dampak jika konstruksi bangunan nya buruk. Ini bisa jadi gagal kontruksi, yang rugi negara lagi,” ujar Marjan.

Sementara itu, Salah satu manajemen PT PP Persero Tbk ketika di Konfirmasi media ini mengatakan bahwa untuk 13 orang yang di amankan BNN provinsi Sulut beberapa pekan lalu saat ini masih menjalani proses rehabilitasi di BNN.

Pernyataan Manajenemen PT PP tersebut di nilai tak konsisten, pasalnya sesuai hasil penelusuran, 13 orang terduga nyabu yang di amankan BNN provinsi tersebut saat ini sudah mulai beraktifitas

Kasie Intel pemberantasan BNN provinsi Sulut Julius sajangbati ketika di konfirmasi Jurnalbmr.com melalui seluler  belum memberikan tanggapan lebih.

” maaf pak nanti saja, saya sedang dalam perjalanan sambil nyetir mobil, ” singkatnya.

Namun demi kepentingan publik Upaya konfirmasi ke pimpinan tertinggi BNN Provinsi akan tetap di upayakan media ini.* (TIM)