Oktober 19, 2021

UPTD Pertanian Bolmong Akui Jual Aset Daerah, Irawan : Itu Masuk Kategori Korupsi

JurnalBMR.com,BOLMONG – Pengelola Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pertanian Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), di Desa Tapaaog Kecamatan Lolayan, Gala Karol Usup, mengakui pihaknya telah melakukan pembalakan pohon kelapa dan mengkomersilkannya.

Di kutip dari laman wartabolmong.news Pengakuannya tersebut di sampaikan lewat pesan whatsApp pada Rabu (29/9).

Assalamuallaikum pak saya gala pak dari UPTD Tapaaog.saya mau konfirmasi itu berita pembalakan pohon kelapa sampai ratusan. Saya ingin klarifikasi pak, pohon kelapa yang di tebang itu 91 pohon bukan ratusan pak. Alasan itu di potong karena bisa mencederai ternak dan pegawai kantor. Kelapa yang ditebang juga sudah tidak produktif dan hasil penjualan pun untuk keperluan di UPTD, rinciannya ada pak sama saya,” Kata Gala melalui via WhatsApp

Dirinya pun mengakui kesalahannya telah melakukan penebangan pohon kelapa yang merupakan aset daerah tersebut, tanpa melaporkannya kebagian aset Pemerintah Daerah (Pemda) Bolmong.

“Secara administrasi saya memang salah, tapi maksud saya menebang pohon kelapa tersebut untuk menjaga keselamatan ternak dan pegawai di UPTD, karena kondisi pohon kelapa sudah membahayakan,” ujarnya.

Sementara salah satu aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Insan Totabuan, Irawan Damopolii, menyayangkan dugaan penjualan aset pohon kelapa tersebut. Menurutnya pohon kelapa yang ada lokasi UPTD Dinas Pertanian Bolmong telah tercatat secara adminitrasi sebagai aset negara, yang proses awal waktu pengadaan bibit sampai ditanam dibelanjakan dari uang negara sehingga terhadap siapapun apalagi pejabat negara yang dengan sengaja menebang dan mengkomersilkannya maka itu termasuk kategori korupsi, ” Tukas Irawan.

Semua itu harus dipertanggung jawabkan dengan jelas dan dilaporkan ke bagian aset Pemda Bolmong. Karena ada mekanisme yang diatur soal penjualan aset daerah. Jika ada oknum yang sudah berani menghilangkan atau menjual secara sepihak untuk kepentingan golongan itu sama saja dengan korupsi,” pungkas Irawan.

Diketahui pada pemberitaan sebelumnya, terinformasi ada ratusan pohon kelapa di lahan UPTD Dinas Pertanian Bolmong Desa Tapaaog yang diduga ditebang dan dijual kepengusaha.(Tim)