Oktober 19, 2021

Siapa Dalang Kekisruhan Partai Golkar Bolmong ? (Bag.1)

Oleh : Ali Imran Aduka.(Aktivis dan Pekerja Partai Golkar Bolmong)

BOLMONG,JurnalBMR.com:Berangkat dari pemikiran sederhana penulis mencoba mendedikasikan sebuah tulisan seputar kekisruhan partai Golkar Bolaang Mongondow (Bolmong) 2021.

Penulis menyadari bahwa tulisan
ini banyak kekurangan di dalamnya dan tidak sebaik para penulis yang sudah piawai. Sebagai anak muda yang waras, saya sadar akan dinamika organisasi, saya memutuskan mengkritik melalui tulisan ini.

Tentu kritikan saya ini jangan digeneralisir sebagai bentuk kebencian atau ketidaksukaan terhadap seseorang, tetapi baiknya dipahami dalam rangka membangkitkan motivasi dan semangat bersama dalam membangun Partai Golkar.

Ihwal carut marut PG Bolmong, yang dialami kini, tak pelak telah membuat konsolidasi organisasi/partai jadi tersendat sendat. Dan,hal itu jelas merupakan akibat dari kekisruhan internal Partai Golkar Bolmong yang tak kunjung redah, malah menjadi semakin menggila.

Tak tanggung – tanggung Plt. Ketua DPD Partai Golkar Bolmong,Ruby Rumpesak telah mempolisikan sekretarisnya sendiri ke Mapolda Sulut.Hmmmp….kayaknya Plt. Ruby Rumpesak sudah kehilangan akal sehatnya bagaimana menghadapi dan mengupayakan solusi atas kisruh partai saat dalam kepemimpinannya.

Sikap ‘cemen’ seorang politisi yang juga Plt. Ketua Ruby Rumpesak memberi isyarat bahwa dirinya gagal memimpin
Golkar Bolmong. Miris, bahwa seorang pemimpin organisasi partai politik bisa putus asa dan mengadukan ‘pasukan nya sendiri’ keranah hukum.

Padahal masalah yang terjadi hanyalah urusan sepele dan sangat lemah aduan tersebut, karena yang dituduhkan itu tidak dilakukan oleh seorang Fadli Simbuang, singkatnya laporan tersebut berbau fitnah serta lebih cenderung ingin menciderai harkat martabat seseorang.

Yang menjadi subtansi dari polemik ini adalah siapa sebenarnya yang mendalangi kekisruhan di internal Partai Golkar Bolmong ? Apa hal itu terjadi secara alamiah ataukah di desain? Menurut hemat saya, kekisruhan itu terjadi sengaja di desain dan dugaan saya dalangnya adalah DPD I Sulut.

Mengapa? Karena “ libido ” politik tersumbat di DPP Golkar dan soal gengsi yang tidak seharusnya dalam berorganisasi. Polemik Golkar Bolmong sengaja diciptakan oleh DPD I Sulut agar proses PAW Wakil Ketua DPRD Kab.Bolmong menjadi terkatung – katung.

Nah, momentum penundaan itu akan digunakan untuk melakukan manuver ke DPP Golkar, yaitu dalam rangka melobi, dan “ siapa tahu SK Penunjukan kepada Sdr. Sulhan Manggabarani sebagai Wkl Ketua DPRD Bolmong bisa diganti oleh Saudara I Ketut Sukadi.

Polemik ini sengaja dipelihara oleh DPD I Sulut. Ungkapan saya ini tentu punya alasan dan dasar yang kuat, yaitu:

1. Sudah memasuki bulan Kedua SK DPP Golkar ternyata tidak Pernah digubris oleh DPD I Sulut padahal SK tersebut seharusnya sudah ditindak lanjuti. Saya kira ini adalah sebuah bentuk pembangkangan terhadap Partai Golkar/DPP Golkar.

2. Untuk memperuncing kekisruhan yang ada di DPD II PG Bolmong, DPD I membuat Keputusan yang bertentangan dengan AD – ART dan PO dengan menonaktifkan Sdr. Fadli Simbuang sebagai Sekretaris Golkar Bolmong yang termuat melalui media online dan sampai saat ini saudara Fadli tidak pernah mengantongi SK pemberhentiannya.

3. Sengaja DPD I mengumumkan penunjukan Plt. Sekertaris lewat media online tanpa memberikan SK Plt. Sekertaris DPD II Bolmong agar perseteruan sesama kader akan menjadi makin tajam.

4. Janji Ketua DPD I Partai Golkar Sulut, Sdr. Christiany Eugenia Paruntu ( CEP ) melalui konfrensi Pers yang disampaikan oleh Wakil. Ketua Bidang Organisasi  Feryando Lamaluta
bahwa polemik DPD II Bolmong akan segera diselesaikan ternyata tidak terbukti alias “bohong ”.

Bahkan selanjutnya urusan menjadi lebih runyam dan tambah parah, karena urusan internal Partai Golkar kini berujung diadukan ke polisi. Saya berkesimpulan bahwa tidak ada niatan baik dari DPD I PG Sulut untuk menyelesaikan Prahara ini, justru ada kecendrungan DPD I PG Sulut menambah kegaduhan dalam kekisruhan yang muncul, padahal kami DPD II Bolmong telah melayangkan Surat pada tanggal 31 Juli 2021 Ke DPD I Partai Golkar Sulut agar meninjau kembali SK. Plt. Ketua DPD II PG Bolmong, serta menolak penonaktifan Sdr.Fadli Simbuang, karena bertentangan dengan AD ART dan PO Partai Golkar.

Sampai saat ini juga belum ada langkah organisatoris dari DPD I PG Sulut untuk menyelesaikan kekisruhan yang terjadi. Sangat terlihat jelas bahwa Ketua DPD I PG Sulut Ibu CEP diskiminatif terhadap kader Golkar Bolmong. Ada hal mendasar yang patut diungkap atas perlakuan DPD I PG Sulut kepada tiga kader Golkar potensial dengan cara yang berbeda,

Yaitu: Sdr. Sulhan Manggabarani dan Sdr. Fadli Simbuang seolah mereka dihakimi tanpa sebab yang jelas, sementara disisi lain Sdr. I Ketut Sukadi, anggota DPRD Bolmong Fraksi Golkar, diperlakukan secara khusus dan begitu Istimewa oleh DPD I PG Sulut.

karena semua keinginan selalu dikabulkan oleh DPD I PG Sulut, meski keinginan tersebut karam di DPP
Golkar. Ini ada apa? Bukankah semua kader harus diberi perlakuan yang sama, Jika ketetapan DPP Golkar itu sudah ditetapkan, maka ketetapan itu wajib untuk dijalankan dan bukan dilawan.

Dari sekian pertanyaan tersebut menimbulkan tanda tanya dikalangan internal partai, bahkan di eksternal, “semacam ada ketakutan dari DPD I PG Sulut untuk memproses SK DPP Golkar, karena nama dalam SK tersebut bukanlah I Ketut Sukadi, melainkan Sulhan Manggabarani.

Dalam pengamatan saya yang sehat ini, saya melihat semacam ada kefakiran
Sikap DPD I PG Sulut, yaitu diantara menjalankan perintah partai atau melakukan perlawanan
secara diam-diam.

( Bersambung)…..

(Penulis adalah aktivis dan pekerja  partai Golkar Bolaang Mongondow.)