Januari 19, 2022

Sempat Terkurung Dalam Lubang, 9 Penambang Dilokasi Lembah Sunyi Berhasil Di Selamatkan

JurnalBMR.com,HUKRIM – Lokasi pertambangan emas di lembah sunyi desa Mopugad Kecamatan Dumoga Utara Kabuapaten Bolaang Mongondow nyaris menelan korban jiwa.

Pada Senin 8 Nopember 2021 sekitar pukul 18.45 wita, area pertambangan emas ilegal yang masuk dalam Kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) tersebut mengalami longsor tepatnya di lubang galian emas diduga milik VG alias Vic (40) warga desa Dondomon kecamatan Dumoga Utara Bolmong.

Beruntung longsoran tersebut hanya menutup jalan masuk/keluar lubang dan tidak sampai menimbun para penambang sehingga melalui proses evakuasi, 9 penambang yg terkurung di dalam lubang tersebut berhasil diselamatkan.

Kapolres Bolaang Mongondow AKBP Dr. Nova Irone Surentu SH, MH saat menerima laporan terjadinya peristiwa tersebut langsung mengerahkan personelnya untuk turun ke lokasi guna melakukan evakuasi.

Di bawah kendali Kabag Ops AKP M. ALI TAHIR, SH, Kapolsek Dumoga Utara Iptu I Ketut Wiyasa SE,bersama anggotanya langsung menuju ke lokasi kejadian  dengan melibatkan warga masyarakat yang cukup banyak akhirnya pada pukul  23.45 wita,  9 warga tersebut dapat diselamatkan.

Adapun kronologis kejadian menurut kesaksian Kiki Dasinangon (24) warga Dumoga Satu, Sekitar pukul 18.45 ia memasang lampu penerang di atas lubang galian emas, saat lampu terpasang ia melihat di kedalaman lubang sekitar 10 meter terdapat tanda bekas longsoran lalu ia menarik tali yg biasa digunakan sebagai pegangan saat turun dan naik dari lubang namun sudah tidak bisa ditarik karena sudah terganjal.

Hal ini pun dibenarkan oleh rekannya Melki Songgigilan (24) warga Imandi dimana ia juga mengetahui ada 9 orang yang berada di dalam lubang tersebut sehingga ia langsung memberitahukan kepada pemilik lubang yaitu VG.

Salah seorang warga penambang yang sempat terkurung di lubang yakni  Amran Mangare (47) warga Dumoga Satu Kecamatan Dumoga Timur menuturkan, Pada pukul 18.30 ia mengantar 3 org temannya turun ke dalam lubang di kedalaman sekitar 80 meter untuk melakukan penambangan, namun saat ia akan naik hendak keluar dari lubang ternyata jalan keluar sudah tertutup longsoran tanah dan bebatuan, Sontak saja ia menarik tali pegangan untuk keluar namun sudah terganjal, sehingga ia hanya berdiam diri sambil berdoa menunggu pertolongan sampai akhirnya dapat diselamatkan.

Kapolres Bolmong melalui Kapolsek Dumoga Utara Iptu I Ketut Wiyasa SE, saat dievakuasi mengatakan kondisi 9 penambang dalam keadaan baik dan sehat. Sementara proses evakuasi berlangsung cukup lama dan dramatis oleh karena dilakukan secara manual dan penuh kehati-hatian agar tidak terjadi longsor susulan.

Warga yang melakukan evakuasi sempat menghubungi para korban yang sedang terkurung di dalam lubang melalui selang plastik yang dimasukan dan mendapat informasi bahwa para korban masih dalam keadaan hidup.

Diduga penyebab terjadinya longsor oleh karena kayu penahan bongkahan tanah dan bebatuan di atas lubang sudah lapuk sehinggah patah.

Adapun 9 warga yg berhasil dievakuasi adalah :

1. Amran Mangare-
warga Dumoga Satu
2. Rafles Mangare warga Dumoga Satu
3. Tommy Passa warga Dumoga Satu.
4. Apet warga Dumoga Satu.
5. Andi Balansa warga Imandi
6. Rusli Padjama warga Imandi
7. Jun Komaling Warga Uuwan
8. Fill Pangalila warga Tonom
9. Gerry Manengkey warga Dondomon.

Pasca peritiwa tersebut Kapolres Bolmong AKBP Dr. Nova Irone Surentu, SH, MH langsung memerintahkan anggotanya untuk menutup lokasi penambangan emas serta mengimbau warga untuk menghentikan semua aktivitas di lokasi tersebut.

“Saya mengimbau kepada warga masyarakat untuk menghentikan semua aktivitas di lokasi penambangan emas ilegal tersebut. Apalagi itu termasuk kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone dan hal ini sudah sesuai keputusan Rapat Koordinasi Forkopimda Bolmong dengan Instansi terkait beberapa waktu lalu” tegas Kapolres.*(Asko)