Oktober 19, 2021

Remon Rattu : Program Bantuan Bibit Bawang Merah Di Bolmong Tak Bermasalah

BOLMONG – Kepala dinas pertanian kabupaten bolaang Mongondow Remon rattu angkat bicara terkait isue dana DID (Dana insentif daerah) berbanderol 2.6 miliard yang saat ini sedang di dalami penyidik Tipikor polres Kotamobagu.

Kepada Jurnal BMR.com Remon mengatakan bahwa program DID tahun 2020 lalu semua di laksanakan sesuai prosedur dan RUK (Rencana usulan kegiatan)

” Program DID untuk kelompok tani bawang merah di Bolmong ada 15 hektar dengan rincian perhektar dapat 1 ton bibit bawang merah yang di bagi ke beberapa kecamatan, dan khusus kecamatan Lolayan yang tercover sebanyak dua kelompok masing-masing desa Lolayan desa tanoyan selatan.

Program DID ini tujuannya adalah pendekatan lahan bukan pendekatan personal artinya lahan yang di jadikan lokasi tanam harus berada di wilayah bolmong, Terkait dengan kelompok tani penerima yang katanya berasal dari Kotamobagu itu saya tidak tahu, “ungkap Remon.

Remon mengatakan sebelum bantuan di terima oleh kelompok ,Tahap awalnya adalah melalui pengajuan proposal dan ada lahan yang tersedia, lahan yang di masukan harus berlokasi di daerah Bolmong jika lahan di luar  Bolmong otomatis di coret,

Terkait administrasi yang di persoalkan tentang pembuatan proposal yang katanya fiktif itu tidak benar , karena semua bantuan yang di berikan dan di  kerjakan sesuai yang tertata di RUK. Artinya di dinas pertanian ada format atau proposal baku dari kementrian pertanian yang hanya di tanda tangani oleh kepala BPP tanpa harus di tanda tangani oleh Sangadi, “jelas Remon.

Lebih lanjut Remon menjelaskan tentang mekanisme penyaluran bantuan Koptan, Lewat proposal Koptan yang di tanda tangani oleh kepala BPP( Balai penyuluh pertanian) dinas pertanian mengajukan ke BKD ( Badan keuangan daerah), selanjutnya sebelum dana di transfer ke rekening koptan memasukan RUK tergantung permohonan jenis bantuan, apabilah dokumen dari Koptan di nyatakan sudah lengkap maka BUD  (bendahara umum daerah ) mentransfer langsung ke rekening kelompok bukan ke dinas pertanian Bolmong.

Pembelanjaan sesuai RUK langsung oleh kelompok tani, Dinas hanya mengarahkan untuk bekerja sama dengan pihak ke tiga dalam hal ini suplier yang di rekomendasikan oleh dinas, ” jelasnya.

Dari jumlah anggaran yang masuk ke rekening Koptan ada anggaran over booking yang di transfer ke rekening pihak ketiga untuk pembayaran bibit, Pupuk cair dan organik dan lain sebagainya sesuai yang tertata di RUK.

Remon menerangkan bahwa dari jumlah anggaran DID 2.6 miliard tersebut hampir 1 miliar di peruntukan untuk pengadaan bibit yang di suplay dari daerah Jawa, belum lagi anggaran pupuk, dan biaya transportasi lainya, untuk anggaran HOK sangat sedikit, intinya program DID untuk kelompok tani bawang merah tahun 2020 di Bolmong tak ada masalah, ” tutupnya

Di ketahui beberapa sumber terkait bantuan DID 2.6 miliar mengaku sudah di periksa oleh Tipikor penyidik polres Kotamobagu untuk di mintai keterangan. Karena  di duga program di temukan beberapan kejanggalan. ( TIM )