Oktober 22, 2021

Proses Berlanjut, Oknum Perangkat Desa Langagon Terancam Di Penjara

JurnalBMR.com,Hukrim– Dugaan kasus penganiayaan yang di alami Fajri manoppo (20) warga desa langagon kecamatan bolaang kabupaten bolaang Mongondow terus di dalami penyidik polres Bolmong.

Dugaan penganiyaan yang di duga di lakukan oleh oknum perangkat desa langagon berinisial AP alias At tersebut terproses  Setelah melalui tahapan pelaporan berdasarkan laporan polisi nomor : LP/39/V/2021/Sulut/ SPKT/Res-Bolmong pada hari Kamis 27 Mei 2021 lalu.

Setelah di adakan pemeriksaan lebih lanjut, penyidik menggali keterangan korban dan keterangan klarifikasi sejumlah saksi dan terduga terlapor AP sehingga proses di naikan ke tahapan selanjutnya yakni melakukan gelar perkara.

Kanit Reskrim Polres Bolmong melalui anggota Reskrim Reki Mokodompit, membenarkan hal itu.

“Iya benar proses berlanjut ke tahap selanjutnya, yakni gelar perkara, di saksikan oleh Kasatreskrim , dan Seluruh Kanit, ”  Tinggal tunggu waktu pimpinan,” singkatnya.

Hal yang sama dikatakan Kanit Reskrim Erwin Makalalag, memastikan kasus ini akan secepatnya diselesaikan.
“Saya akan atur penyidiknya untuk digelar perkaranya. “Tenang saja pasti berproses, semua kasus yang masuk di polres Bolmong kami akan selesaikan,” “tegasnya.

Erwin pun mengatakan, ketika digelar perkara akan diketahui pasal apa yang akan dikenakan kepada terduga terlapor.
“Kami pastikan sambil tunggu waktu yang pas semua kasus yang ditangani Polres Bolmong akan dituntaskan, “pungkasnya.

Sebelumnya, kepada media, Fajri mengaku Sabtu (22/5/2021) dirinya dianiaya mengalami luka serius di wajah, kepala bagian belakang dan tangan bagian kanan setelah dipukuli oknum perangkat desa berinsiial AP dengan menggunakan lutut dan kaki dengan cara menginjak dan menendang.

“Saya tidak tau apa salah saya, tiba – tiba saya dipukuli salah satu perangkat desa sampai berdarah hidung saya dan dibawa ke Polsek Bolaang dan di tahan selama tiga hari,” katanya, Minggu (6/6/2021).

Dirinya baru bisa menghirup udara luar setelah tante dari korban menjenguk korban di Polsek Bolaang dan mengadu bahwa ia tidak berbuat kejahatan lalu di pukuli dan di tahan di Polsek Bolaang.

“Nanti tante saya jenguk di Polsek baru saya mengadu tidak berbuat kesalahan baru saya dilepaskan pihak Polisi,” ucapnya

Merasa keberatan perilaku oknum aparat desa. Kamis 27 Mei 2021 korban melaporkan dugaan penganiayaan yang di lakukan oleh oknum perangkat desa ini ke polres Bolmong dengan Nomor/ LP /39/V/2021/SULUT/ SPKT/ Res.bolmong.

Lebih jelas remaja ini menceritakan kronologis kejadian. Pada hari Sabtu tanggal 22 Mei 2021 sekitar pukul 23.00 pelapor/korban dalam perjalanan pulang beserta teman pelapor Awan Mamonto dan Robin Tangahu dengan mengendarai kendaraan bermotor dan mengantar pelapor di depan rumah.

Tak lama kemudian pelapor dipanggil oleh seorang perempuan Lini potabuga dan menanyakan ada masalah apa dan pelapor menjawab tidak tau. Kemudian pelapor duduk di depan rumah Lini Potabuga,

Tak berselang lama tiba-tiba ada mobil berhenti yang di tumpangi oleh Sangadi (kepala Desa-red) Langagon dan aparat Polsek Bolaang.

Merasa takut karena tak tau apa-apa dirinya lari kebelakang rumah namun langsung di kejar dan di giring ke rumah awal korban berada.

Diketahui, Tindak pidana penganiayaan itu sendiri diatur dalam Pasal 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”):

1. Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.
2. Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun.
3. Jika mengakibatkan mati, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.(Tim)