Oktober 19, 2021

Polsek Poigar Amankan 7 Orang Terduga Pencabulan Anak Di Bawah Umur

BOLMONG – Kasus Pencabulan terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di wilayah hukum kabupaten bolaang Mongondow.

Kali ini yang menjadi korban adalah Mekar-16 th (Nama samaran) warga desa tiberias kecamatan Poigar kabupaten Bolmong.

Mirisnya lagi mekar menjadi korban pencabulan 7 orang pemuda sekaligus dan saat ini para tersangkah sudah di amankan oleh jajaran Polsek Poigar.

Kronologis kejadian berawal dari laporan ayah korban berinisial JA  warga tiberias kecamatan Poigar Bolmong  Pada hari Selasa tanggal 22 Juni 2021 sekira pukul 09.00 wita.

Adapun maksud laporan JA tersebut untuk mengadukan bahwa putri kandungnya (mekar) sejak hari Senin  tanggal 21 Juni 2021 tak lagi pulang kerumahnya.

Mendapat pengaduan ayah korban tersebut Kapolsek Poigar Ipda Tezza A Arbie langsung bergerak cepat dan memerintahkan jajarannya untuk melakukan penelusuran dan penyelidikan akan keberadaan Mekar.

Berbagai upaya terus di lakukan oleh personel Polsek Poigar dengan menghubungi kerabat, teman dan kenalan korban. Alhasil Personil Polsek Poigar berhasil mengamankan 3 (orang) yang diduga mengetahui keberadaan Mekar masing-masing RM (34),FP (23),dan FL (17) semuanya warga nonapan II.

Terhadap ketiga orang tersebut penyidik melakukan pengembangan dan langsung melakukan interogasi, Tak menunggu lama akhirnya hilangnya mekar berhasil terungkap.

Dalam keterangan ketiga orang tersebut di peroleh fakta bahwa mekar menjadi korban pencabulan 7 orang sekaligus.

Namun  sebelumnya telah terjadi tindak pidana cabul yang dilakukan tersangka RM,FP dan YM, yang terjadi pada hari Sabtu 19 Juni 2021 sekitar pukul 23 WITA di rumah tersangkah YM desa nonapan II kecamatan Poigar.

Selanjutnya Pada hari Selasa tanggal 22 Juni 2021 sekira pukul 12.30 wita, Mekar  ditemukan oleh anggota Polsek Poigar bersama warga masyarakat di Desa Mondatong kecamatan Poigar, Saat itu juga korban langsung di bawa orang tuanya ke Polsek Poigar untuk Membuat laporan dugaan pencabulan yang di alami putrinya tersebut.

Setelah menerima laporan tersebut polisi berhasil mengungkap kronologi kejadian. Pada hari Sabtu tanggal 19 Juni 2021 sekira pukul 21.00 wita Korban  dijemput oleh Tersangkah FL bersama tersangkah FP dengan menggunakan 2 unit Sepeda Motor di Desa Tiberias Kecamatan Poigar.

Selanjutnya Korban di bawa ke rumah tersangkah YM di Desa Nonapan II Kecamatan Poigar. Sesampainya di rumah YM tersangkah RM yang tiba lebih dulu di situ bersama YM langsung  mengkonsumsi minuman keras.

Tak lama berselang tersangkah RM menarik tangan korban dan membawanya kedalam kamar dan langsung menyetubuhi korban.

Setelah selesai memuaskan syahwatnya RM dan korban keluar dari dalam kamar dan bergabung kembali dengan teman-teman mereka yang sementara mengkonsumsi miras.

Entah iblis mana yang merasuk sepuluh menit kemudian tersangkah YM menarik tangan Korban dan mengajaknya masuk kedalam kamar untuk melakukan persetubuhan.

Usai menyetubuhi korban tersangkah YM  keluar dari dalam kamar dan sementara korban masih berada di dalam kamar.

Aksi bejat tersebut  rupanya tak berhenti di situ  tersangkah FP juga masuk kedalam kamar dan melakukan persetubuhan dengan korban.

Hasil pengembangan juga terungkap
Pada hari Kamis tanggal 17 Juni 2021 sekira pukul 21.00 tersangkah FL menjemput korban di desa Tiberias Kecamatan Poigar dengan menggunakan Sepeda Motor.

FL membawa korban kerumah AD yang saat itu sudah berada tersangkah YM,AD,FP, FAP, dan saat itu juga pesta miraspun di mulai.

Sementara mengkonsumsi miras tiba-tiba tersangkah AM  menarik tangan korban dan mengajaknya masuk ke dalam kamar untuk melakukan persetubuhan.

Setelah selesai melakukan adegan layak Sensor tersebut AM keluar kamar dan aksi bejat selanjutnya di lakukan oleh tersangka FP,YM,FAP, dan FL.

Kapolsek Poigar Ipda Tezza A Arbie ketika di konfirmasi jurnalBMR.com di ruang kerjanya Sabtu 26 Juni 2021 membenarkan laporan dugaan kasus pencabulan tersebut.

” Iya benar, Saat ini kami telah mengamankan 7 tersangkah dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur dan untuk sementara motifnya karena miras namun kami terus lakukan Pengembangan kasus ini, ” ujar Tezza.

Untuk pasal yang di sangkahkan adalah pasal 81 ayat (2) tentang perlindungan anak ancamamnya paling lama 15 tahun, ” tutupnya.* ( Asko)