Oktober 19, 2021

Penerima BLT Di Desa Abak Di Kurangi, Warga Kecewa

BOLMONG,JurnalBMR.com-BLT atau bantuan langsung tunai adalah bantuan uang kepada warga kurang mampu yang terdampak Covid 19.

Ditengah Pandemi Covid-19 yang hingga saat ini belum diketahui kapan akan berakhir, tentu masyarakat sangat membutuhkan bantuan-bantuan dari pemerintah dalam bentuk apapun guna untuk bertahan hidup, termasuk bantuan langsung tunai(BLT) Desa.

Namun ironisnya, di Desa Abak Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow, justru dikurangi jumlah penerima yang tadinya 100 orang lebih sesuai dengan surat edaran bahwa untuk Dana Desa kurang dari 800 juta mengalokasikan maksimal 25% untuk BLT.

Tak tahu alasan apa dan berdasar di kebijakan ataupun surat edaran mana, Pemerintah Desa Abak justru mengurangi penerima BLT menjadi 61 orang.

Padahal sudah tertulis jelas di surat edaran bersama Nomor 8/PK 2021 dan Nomor 02 PDP/2021 tentang Optimalisasi dan percepatan bantuan langsung tunai desa tahun anggaran 2021 di Nomor 2 poin D jelas menerangkan bahwa, khusus desa yang jumlah keluarga miskin lebih besar dari anggaran yang dialokasikan, pemerintah desa dapat menambah alokasi anggaran BLT desa,Anehnya di desa Abak justru dikurangi.

Salah satu warga yang sudah berstatus janda yang tak mau namanya di publis ini mengatakan, Tadinya dirinya termasuk penerima BLT namun sudah beberapa kali penyaluran BLT tidak menerima lagi,saat dijumpai awak media dirinya mengaku sangat kecewa dengan kebijakan yang tak memihak ke masyarakat miskin tersebut.

Menurutnya, dirinya sangat mengharapkan bantuan tersebut karena hanya hidup sebatang kara namun sayang namanya di coret dengan alasan pengurangan.

“Sangat mengharapkan, namun apa daya pemdes abak sudah mengeluarkan nama saya,” ungkapnya sedih.

Sangadi abak Sumitro tungkagi saat di konfirmasi membenarkan pengurangan penerima BLT tersebut, Namun menurutnya semua sesuai prosedur dan sudah melalui rapat bersama dengan BPD dan pihak terkait.

Di desa abak selain BLT ada beberapa bantuan lain seperti BST, BNPT dan PKH, jadi jika ada warga yang tidak terdaftar di BLT DD bisa saja namanya tercover di bantuan lain tadi, Ucap Sumitro.

Sumitro mengatakan bahwa pemdes abak pada dasarnya menginginkan hal yang sama seperti kemauan warga, Namun tentunya harus melihat regulasi yang ada.Dirinya juga menghimbau kepada warga untuk tidak hanya berharap di BLT karena jika tak di imbangi mata pencaharian lain Bantuan Covid 19 yang di berikan pemerintah pasti tidak cukup untuk biaya hidup.* (Midi)