Oktober 25, 2021

Ormas LAKI Minta Tipikor Polres Kotamobagu Usut Bantuan Kelompok Tani Dinas Pertanian Bolmong

BOLMONG – Dugaan Aroma Korupsi terkait anggaran bantuan kelompok tani  di dinas pertanian kabupaten bolaang mongondow satu persatu mulai tercium oleh aparat penegak hukum.

Pasalnya anggaran DID ( Dana insentif daerah) tahun 2020 sebesar 2,6 miliard untuk kelompok tani bawang merah di duga ada kejanggalan dan tak di salurkan ke petani di Bolmong tapi dibagikan ke petani di luar daerah.

Sekdes desa lolayan yondran paputungan ketika bersua dengan JurnalBMR,com mengaku bahwa dirinya bersama penyuluh dan ketua kelompok tani bawang merah desa Lolayan sudah di periksa penyidik Tipikor polres Kotamobagu.

” Ya benar, kami sudah di periksa penyidik tipikor polres Kotamobagu, Yang pertama di rumah sangadi Lolayan Dedi mokotoloy dan yang kedua di polres Kotamobagu unit Tipikor , ” ungkap yondran.

Menurut yondran dirinya di periksa penyidik Tipikor untuk di mintai keterangan perihal keterlibatan dirinya menanda tangani satu buah kertas yang hingga sekarang dia tidak tahu tujuannya apa.

Bahkan Yondran dalam keterangannya merasa di jebak karena dirinya tidak tahu menahu tentang bantuan kelompok tani bawang merah yang berbanderol miliyaran rupiah tersebut.

Hal ini mendapat tanggapan dari mantan anggota DPRD provinsi Sulawesi Utara Mursan Ardiansyah imban SE yang saat ini aktif bertani bawang merah.

” Menurut ardi dirinya mendukung penuh tindakan polres Kotamobagu unit Tipikor untuk mengusut kasus dugaan korupsi dana DID tahun anggaran 2020, Bahkan secara tegas Ardi mengecam tegas tindakan para mafia kelompok tani yang merampas hak petani Bolmong khususnya kecamatan Lolayan.

“Saya dukung langkah penyidik Tipikor polres kotamobagu untuk mengusut tuntas dugaan skandal mafia bantuan  kelompok tani bawang merah di dinas pertanian bolmong tersebut, Apalagi saat ini masa pandemi Covid 19 kenapa hak petani Bolmong di rampas, ” ucap Ardi kesal.

Terpisah ketua DPC Ormas LAKI  (Lembaga anti korupsi Indonesia ) Indra mamonto dengan tegas meminta kepada Aparat penegak hukum ( APH ) dalam hal ini polres Kotamobagu untuk mengusut tuntas kasus DID ini.

” Bukan saja dana DID ini tapi kami minta pihak berwajib dalam hal ini Unit Tipikor Kotamobagu untuk turun dan memeriksa semua jenis bantuan kelompok yang ada di dinas pertanian Bolmong, ” Ucap Indra.

Lebih lanjut kata Indra, Lembaga yang di pimpinnya sudah banyak mendengar keluhan masyarakat tentang bantuan kelompok tani yang tak tepat sasaran, Banyak petani yang di mintai KTP untuk menerima bantuan pupuk penanganan Covid 19 lalu tapi kenyataan di lapangan salah sasaran, ” terang indra.

Di ketahui bantuan anggaran DID untuk petani bawang merah  dengan Total anggaran 2,6 miliard ini di komplein petani Bolmong, Selain salah sasaran bantuan ini di duga di terima oleh oknum pejabat di luar daerah yang mengaku petani bawang merah. ( TIM)