Januari 19, 2022

Lahan Miliknya Di Serobot, Warga Tanoyan Utara Ini Mengadu Ke Polres Kotamobagu

BOLMONG,JurnalBMR.com- MG alias Mu (50an) warga tanoyan Utara kecamatan Lolayan kabupaten bolaang Mongondow di adukan oleh HD alias Hat (50an) warga yang sama ke polres Kotamobagu atas dugaan penyerobotan tanah miliknya.

Menurut penuturan Hat lahan yang berlokasi di perkebunan jalur tujuh tersebut adalah hasil tumpasannya pada tahun 1987 bersama ayahnya. Berselang 5 tahun tiba-tiba MG mengklaim bahwa tanah itu miliknya padahal Hat tidak pernah menjual tanah tersebut kepada siapapun, Anehnya MG mengaku bahwa dia menempati tanah itu sejak tahun 1993. Artinya jika di hitung HD lah yang pertama kali menduduki lahan tersebut, ” Kesal Hat.

” Saya mengadukan yang bersangkutan kepada polres Kotamobagu karena saya tidak tahu lagi mengadu ke siapa. Sehingga sebagai masyarakat awan dan demi keadilan saya menempuh jalur hukum, ” Kata Hat.

Lebih lanjut kata Hat persoalan tanah ini terungkap ketika ada orang lain yang memberitahukan kepada dirinya bahwa lahan miliknya sudah di duduki oleh MG.  Dan benar saja, Ketika dirinya cek langsung ke lokasi betapa kagetnya dia karena lahan miliknya sudah berubah jadi lokasi pertambangan.

” Saya kaget ketika saya cek langsung lahan saya sudah berubah jadi lokasi tambang padahal saya tidak pernah di hubungi oleh siapapun terkait aktifitas tambang, Saya lihat ada alat berat jenis Exavator di lahan saya dan saya tidak tahu itu alat berat siapa.

Saya minta aparat penegak hukum dapat memproses aduan saya ini karena sampai kapanpun lahan itu saya tidak ikhlaskan kepada siapapun, ” Saya ingin Tanah itu kembali kepada saya, ” Ujar Hat.

Terpisah MG yang merupakan terlapor/teradu dalam persoalan tanah ini  ketika di konfirmasi juga mengaku bahwa lahan tersebut adalah miliknya.

” Saya menempati lahan tersebut sejak tahun 1993 dan saat itu lahan itu tak ada pemiliknya sehingga saya berani membuka lahan itu untuk perkebunan, ” Ucap MG.

Sementara itu hasil penelusuran media ini yang mengecek langsung ke lokasi ternyata benar lahan milik Hat sudah berubah jadi lokasi tambang dan nampak beberapa alat berat jenis Exavator sementara beraktifitas mengeruk material di lahan milik Hat.

” Saya hanya pengawas di sini pak yang punya kaplingan ini adalah MG, ” Ujar lelaki parobaya yang minta namanya tak di publish.

Lain lagi yang di katakan seorang pria yang mengaku asal malalayang Manado, ” Kami hanya kerja di sini dan pemilik lahan ini adalah Hen warga Manado, ” Singkatnya.

Menariknya Oknum yang di sebut sebagai pemilik lahan dan alat berat tersebut di duga ajudan salah satu pejabat tinggi di Pemprov Sulut.

Hingga berita ini tayang terduga pemilik lahan dan alat berat yang di duga oknum ajudan salah satu pejabat tinggi pemprov Sulut belum dapat di konfirmasi, Namun upaya konfirmasi akan tetap di upayakan*(Tim)