Oktober 19, 2021

Komisi III DPRD Bolmong Kawal Proses Hukum Dugaan Kasus DID Bibit Bawang Merah Tahun 2020

BOLMONG- Pimpinan komisi III DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) kabupaten bolaang Mongondow Supandri Damogalad SE mendesak aparat penegak hukum polres kotamobagu untuk terus mendalami dugaan korupsi DID (Dana insentif daerah) pengadaan bantuan bibit bawang merah Bolaang Mongondow tahun 2020.

Kepada JurnalBMR.com Supandri menegaskan bahwa komisi III DPRD Bolmong akan mengawal penanganan kasus ini hinggga ke akarnya.

” Semua warga negara di perlakukan sama di mata hukum tak ada yang namanya kebal hukum sehingga siapapun dia harus di proses jika sudah memenuhi unsur pidana.
” Tegas politisi PKB ini.

Lebih lanjut supandri mengatakan bahwa beberapa hari lalu komisi III DPRD Bolmong sudah melakukan RDP (Rapat dengar pendapat) bersama dinas terkait dalam hal ini dinas pertanian Bolmong untuk membahas persoalan dugaan penyalahgunaan anggaran DID tahun 2020.

Dalam RDP tersebut kata Supandri komisi III merekomendasikan beberapa kesepakatan di antaranya mendesak proses hukum yang saat ini telah berproses di unit Tipikor polres kotamobagu, dan yang kedua meminta kepada bupati Bolmong Dra Yasti Soepredjo Mokoagow agar mengevaluasi kinerja kadis pertanian Bolmong Remon Rattu, ” ungkapnya.

Supandri menambahkan untuk memberikan kepastian hukum agar terang benderang ke publik, komisi III mendorong aparat penegak hukum dalam hal ini unit Tipikor polres kotamobagu agar transfaran dalam penanganan kasus ini, ” saya yakin dan percaya unit tipikor polres kotomobagu profesional dalam mengungkap kasus ini, “Tandasnya.

Terpisah ketua DPD Ormas LAKI ( Laskar anti korupsi Indonesia) provinsi Sulawesi Utara Firdaus Mokodompit mengatakan pihaknya akan mengawal dugaan korupsi DID 2.6 miliard di dinas pertanian Bolmong ini.

” Saat ini tim kami sudah mengantongi data sesuai hasil investigasi di lapangan, ada beberapa temuan yang kami peroleh, dan kami akan kawal kasus ini sampai tuntas, ” ujar Firdaus.

” Firdaus menambahkan seluruh petani Bolmong menunggu hasil proses hukum penanganan dugaan kasus miliaran rupiah ini dan atas nama ormas LAKI Sulut dirinya mengapresiasi aparat penegak hukum dalam hal ini polres Kotamobagu dalam mengungkap kasus ini.

Salah satu penyidik tipikor polres Kotamobagu Ketika di Konfirmasi membenarkan pemanggilan sejumlah saksi dugaan DID tahun 2020.

” Iya benar, sejumlah saksi sudah kami panggil untuk di mintai keterangan dan kasus ini pasti kami proses tapi intinya kita juga harus mengedepankan asas praduga tak bersalah, “ujar Bripka Reza Totondeng, penyidik Tipikor kamis 24/06/2021.

Di ketahui dugaan kasus DID 2,6 miliard saat ini sedang berproses di unit tipikor polres Kotamobagu dan sesuai hasil investigasi media ini sejumlah saksi mengaku sudah di panggil unit tipikor polres Kotamobagu untuk di mintai keterangan.

Sementara itu kadis pertanian Bolmong Remon Rattu dalam beberapa kesempatan ketika di konfirmasi media ini mengatakan bahwa program DID untuk pengadaan bibit bawang merah tahun 2020 tak bermasalah dan semua di laksanakan sesuai RUK kelompok tani. (TIM)