Oktober 19, 2021

Dugaan Penganiayaan Oleh Oknum Polisi Ternyata Hoax

KOTAMOBAGU,Hukrim Dugaan kasus penganiayaan yang di alami oleh SR (50 an) warga genggulang yang terjadi pada hari Sabtu 11/09/2021 ternyata faktanya tak seperti pemberitaan yang berkembang selama ini.

Kepada JurnalBMR.com IH alias is (30 th) yang menjadi terlapor dalam kasus dugaan penganiayaan ini di temui di kediamannya menceritakan kronologis sehingga terjadi insiden itu.

Pada hari Sabtu siang sekitar jam 11 siang saya menjemput istri saya yang bertugas di Puskesmas bilalang, Tiba-tiba saya di telpon oleh adik saya dan mengabarkan bahwa anak saya Sultan Huruji di aniaya oleh SR dengan menggunakan batang kayu ubi.

Sebagai orang tua,Naluri sang ayah Langsung berkecamuk di pikiran saya, Tanpa banyak pikir saya langsung pulang ke rumah dan menemui anak saya. Betapa kagetnya saya ketika melihat tubuh anak saya yang sudah membiru akibat pukulan batang ubi kayu.

Tak menunggu lama saya dan istri saya langsung menemui SR di rumahnya dengan maksud menanyakan apa sebab anak saya di aniaya apalagi yang menganiaya adalah orang dewasa, kalau hanya persoalan anak kecil saya kira itu hal yang lumrah terjadi tidak perlu menganiaya anak saya, Namanya anak kecil sebentar lagi mereka pasti akur dan bermain bersama lagi.

Nah, SR mengatakan bahwa dia melakukan penganiayaan kepada anak saya di sebabkan sultan anak saya telah menciderai anaknya padahal menurut keterangan sultan dirinya bermaksud menyelamatkan anak mereka agar tidak terpeleset saat bermain.

Masih dalam keadaan memegang parang saya katakan kepada SR agar parang di letakan namun SR hanya melepas kayu sedangkan Parang tetap berada di tangannya sambil di ayun ayunkan.

Melihat hal tersebut, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan istri saya menarik sepotong besi dan menancapkan di Parang yang di pegang SR, Spontan saja parang itu terlepas.

Selanjutnya kata IH tak lama kemudian keluarga saya sudah banyak yang berkumpul. Maka untuk mencegah jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak di inginkan saya bermaksud membawa SR ke polres Kotamobagu. Tindakan itu saya lakukan karena saya punya kapasitas sebagai aparat penegak hukum dengan maksud melindungi SR.

Namun SR tetap ngotot dan tak mau di bawa ke polres, dengan penuh kekuatan SR memegang tiang kayu place rumah. Nah di sinilah sehingga timbul luka memar di tubuhnya tepatnya di bawah ketiak. Sehingga luka memar yang di alami SR bukan karena pukulan saya.

Logikanya jika benar saya melakukan penganiayaan terhadap SR kenapa tak ada luka di wajah SR melainkan luka di bawa ketiak.

IH pun mengutarakan sedikit kekecewaannya terhadap pemberitaan di medsos yang terlalu menyudutkan dirinya padahal kejadiannya seperti itu, ” Tukasnya.*( Tim)