Oktober 22, 2021

Dugaan Kasus Pencurian Tromol Oleh Oknum Ketua KUD Perintis Tanoyan Di Seriusi Polsek Modayag

BOLTIM,JurnalBMR.com– Proses kasus dugaan pencurian tromol yang di laporkan seorang pengusaha berinisial L alias Lucas yang di duga di lakukan oleh oknum ketua KUD Perintis Tanoyan di seriusi oleh Polsek Modayag.

Meskipun Lukas selaku pemilik tromol baru melapor secara lisan namun harus kami seriusi, Kata Kapolsek Modayag Iptu Amri momijo, Minggu 05/06/2021.

Intinya setiap laporan masyarakat kami akan tindak lanjuti dan beberapa bulan lalu kami sudah mengundang oknum ketua KUD perintis tanoyan untuk di mintai keterangan, ” Kata Amri.

Kami sudah hadirkan beberapa saksi untuk di mintai keterangan, Namun kami tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah, Dan terlapor SA juga sejauh ini bersikap kooperatif.

Di ketahui Oknum ketua KUD Perintis Tanoyan berinisial SA alias Sar Selasa 29 Juni lalu telah memenuhi undangan Polsek Modayag untuk di mintai keterangan terkait dugaan tindak pidana pencurian tromol milik salah satu warga bernama Lukas.

Sementara itu Pak Lukas pelapor dalam kasus ini ketika di mintai keterangan oleh awak media mengatakan akan membawa kasus ini sampai ke pengadilan.

” Kerugian yang saya alami sekitar Rp.133.000.000,00 sehingga saya akan tuntut sampai ke pengadilan, ” ucap Lukas.

Kepada sejumlah awak media Lukas membeberkan kronologi awal kejadian sampai berujung ke laporan polisi tersebut.

Saat itu kata Lukas pak David memberikan kuasa kepada dirinya seluas 16 ha tanah yang berlokasi di desa lanud di perkuat dengan surat perjanjian.

Di lahan tersebut saya pasang satu unit tromol berjumlah kurang lebih 30 an tromol. Menurut keterangan saksi bernama jumin dia mengambil 6 tromol saksi jumin ini pula yang membenarkan kalau tromol ini milik saya, ” ucapnya.

Informasi yang saya dapat sisanya di ambil oleh SA alias Sar. Namun ketika hal itu di tanyakan kepada SA akan keberadaan tromol itu SA berdalih bahwa dirinya hanya di suru oleh oknum berinsial UA alias untung, dan menurut keterangan SA tromol tersebut sudah tak tahu keberadaanya.

Lukas menyebut tromol tersebut di belinya pada tanggal 3 Maret 2019 lalu sehingga jika ada pihak lain yang mengaku bahwa tromol itu miliknya saya pertanyakan kapan belinya dan belinya di mana, ” terang Lukas.(Muklas)