Oktober 25, 2021

DLH Bolmong Hentikan Aktifitas Galian C Sungai Mo’ayat

BOLMONG,JurnalBMR.com- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten bolaang Mongondow akhirnya menghentikan seluruh aktifitas penambangan galian C yang berlokasi di DAS ongkag Mo’ayat desa Lolayan kecamatan Lolayan kabupaten bolaang Mongondow.

Larangan itu tercantum dalam surat No D.231/DLH/421/VII/2021 tertanggal 26 Juli 2021 yang di kirim langsung pihak DLH Bolmong ke beberapa oknum pengusaha yang saat ini beraktifitas di DAS mo’ayat tersebut.

Dalam surat tersebut terdapat beberapa point’ yang bersifat pelarangan terhadap seluruh aktifitas penambangan Galian C di bantaran sungai mo’ayat.

Kepala dinas lingkungan hidup Bolmong Drs Hi Yahya Fasa ketika di konfrmasi media ini lewat WhatsAp mengatakan bahwa untuk menanggapi dan merespon laporan tak langsung lewat media oleh beberapa aktifis dan warga masyarakat terkait dugaan aktifitas Galian C di DAS Ongkag Mo’ayat, Maka pihak DLH Bolmong telah mengeluarkan surat rekomendasi yang bersifat penting.

Di keluarkannya surat tersebut selain laporan warga dan beberapa aktivis peduli lingkungan, Berdasarkan juga temuan tim DLH Bolmong yang turun ke lokasi untuk mencari data dan fakta terkait aktifitas galian C tersebut pada Sabtu 24 Juni 2021.

Dalam penelusuran tim kami, Ada 4 titik yang kuat diduga jadi lokasi Galian C milik 3 orang oknum masing-masing inisial IM, IP, dan MM semuanya warga Kotamobagu.

Lebih lanjut Yahya mengatakan pihaknya juga telah melakukan saran/tindak atas temuan tim DLH. ” kami akan lakukan secara bertahap, Dalam undang-undang No 3 tahun 2020 tentang Mineral dan batubara (Minerba) pasal 158 di jelaskan ” Setiap orang yang melakukan penambangan tanpa ijin di pidana paling lama 5 tahun dan di kenai denda 100 miliyar”.

Ada tiga point’ penting yang jadi inti surat kami, Yang pertama menghentikan seluruh kegiatan penambangan batuan yang dilakukan di sepanjang bantaran sungai Mo’ayat desa Lolayan kecamatan Lolayan bolmong, Yang kedua mematuhi seluruh persyaratan perijinan sesuai ketentuan yang ada, Dan yang ketiga, telah terjadi pencemaran lingkungan dan kerusakan lingkungan yang di akibatkan oleh aktifitas galian c tak berijin tersebut, Adapun konsekwensi dari persoalan tersebut menjadi tanggung jawab oknum masing-masing, ” Terang Yahya.

Sementara itu aktivis generasi BMR Irawan Damopolii mengapresiasi DLH bolmong yang kooperatif dan konsisten dalam menerapkan aturan tanpa pandang bulu, Namun menurut Irawan pihaknya masih menunggu langkah hukum apa yang akan ditempuh DLH Bolmong dalam menindak lanjuti temuan tersebut, Jangan hanya ditindak lalu kemudian diam tak jelas, ” tegas Irawan.* ( Midi)