Oktober 19, 2021

Di Duga Terseret Arus, Warga Tapadaka Utara Di Temukan Tak Bernyawa

BOLMONG – Warga masyarakat Desa totabuan kecamatan lolak kabupaten bolaang Mongondow  di gemparkan dengan Penemuan mayat laki-laki yang teridentifikasi bernama Nurdin Paputungan (65 yg) terjadi pada hari Selasa 2 Juni 2021 sekitar pukul 16.20 WITA di sungai ongkag desa Totabuan sekitar pukul 16.20 WITA

Menurut keterangan beberapa sumber Penemuan mayat laki-laki parobaya tersebut awalnya dari informasi warga sekitar dan mereka langsung melaporkan ke pemerintah setempat perihal penemuan mayat tersebut.

Atas laporan dan informasi dari sangadi desa Totabuan anggota polres Bolmong langsung menuju TKP untuk melakukan penelusuran. Setelah ditelusuri dan berdasarkan keterangan saksi-saksi dan masyarakat, akhirnya diketahui korban bernama Nurdin Paputungan (65) warga Desa Tapadaka Utara Kec. Dumoga Tenggara Kab. Bolmong.

Menurut Keterangan dari anak korban Sunarti Paputungan (34), bahwa korban sebelumnya berada di rumah adik korban yakni Saldan Paputungan di Desa Osion Kec. Dumoga Tenggara, dan pada tanggal 27 Mei 2021 korban pamit kepada adiknya hendak pergi menemui anak korban yakni Arafat Paputungan di Desa Ibolian Kecamatan Dumoga Tengah dengan berjalan kaki.

” Kami sempat melarang bapak kami untuk tidak pergi karena untuk ke ibolian harus  menyeberang sungai Osion karena saat itu hujan deras batu saja redah namun bapak tetap bersikeras pergi, ” ucap saldan sedih.

Sejak saat itu keberadaan korban tak di ketahui lagi sampai akhirnya ditemukan sudah meninggal dunia.

Kasis Humas Polres Bolmong Iptu Herol  A Mantiri ketika di konfirmasi Jurnal BMR.com membenarkan informasi penemuan mayat tersebut.

” Dugaan sementara korban terseret air sungai saat akan pergi ke rumah anaknya di Desa Ibolian dengan berjalan kaki dan melewati sungai Osion sehingga korban terseret oleh derasnya air sungai dan tenggelam, ” ujar Herol.

Menurut Herol keterangan pihak keluarga bahwa korban mempunyai kebiasaan utk mengunjungi keluarga dari tempat yg satu ke tempat yg lain dengan cara berjalan kaki. proses outopsi tak di lakukan lagi karena di tolak keluarga, mereka sudah ikhlas dan menganggap kematian korban adalah takdir dari Tuhan.” Tutup Herol. (Asko)