Oktober 19, 2021

Di Duga Sprint Kapolres Bolmong Berujung Petaka, Irawan : Dalangnya Harus Di Tangkap

JurnalBMR.com,HUKRIM– Meninggalnya salah satu warga desa toruakat kecamatan dumoga di perkebunan Monsi tepatnya di lokasi PT BDL meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, dan kaum kerabat. Tragedi maut ini mengundang keprihatinan semua pihak termasuk beberapa aktivis BMR di antaranya Irawan Damopolii.

Menurut Irawan insiden yang berujung hilangnya nyawa warga toruakat ini seharusnya tak perlu terjadi jika saja aparat penegak hukum dalam hal ini polres Bolmong segera mengantisipasi adanya konflik.

Setidaknya sudah sejak lama kami ingatkan pada kapolres Bolmong agar jangan masuk terlalu jauh menelisik urusan internal PT Bulawan daya Lestari, harusnya Kapolres Bolmong tetap Obyektif dan profesional dalam menjalankan tugas untuk mengawal Kamtibmas di BMR.

Setidaknya ada 5 point kejanggalan Kapolres Bolmong dalam menjalankan kamtibmas di Bolmong.

1. Klarifikasi kapolres bolmong melalui media bahwa sprint dalam rangka kamtibmas yang dilakukanya adalah mengawal masalah tapal batas antara desa toruakat dan desa mopait.

2. kawasan hutan perkebunan desa mopait dan desa toruakat tidak berbatasan langsung maka itu ranahnya pemerintah kedua daerah yakni kepala desa, camat dan pemkab bolmong sehingga itu bukan urusan kapolres.

3. Sprint kapolres bolmong pada penjelasanya melakukan patroli dalam kawasan hutan Bolingongot karena pertimbangan ada laporan masyarakat terkait pencurian matrial di kawasan itu tapi tak di ketahui siapa yang melakukan pencurian material milik negara tersebut.

4. Sprint kapolres No; 259/IX/HUK/6.6/2021 bersamaan dengan telah dilakukan rapat pertemuan masyarakat desa toruakat untuk masuk di kawasan tanah masyarakat yang entah itu dimana.

5 Dasar sprin pada poin 2,3 dan 4 kami kira keliru harusnya di periksa atau di tangkap orang yg mencuri material.
Poin no 5 pertanyaan kami adalah apakah pertemuan sebagaimana dalam sprint ini di hadiri polres bolmong atau di fasilitasi polres bolmong atau polres bolmong bisa di perintah oleh kades dan perangkat desa? Selaku LSM itu yang kami pertanyakan.

Lebih lanjut kata Irawan Point-point inilah yang menurut kami ada kejanggalan dan perlu kami kritisi sebagai warga negara yang baik. Menurut kami ini  adalah bentuk ketidak mampuan kapolres bolmong dalam melakukan antisipasi atas laporan intel dan ini adalah strategi pengamanan yang keropos dan sangat lemah.Setahu kami laporan intel sudah masuk lebih dahulu ke kapolres bahwa ada potensi chaos, ” Terang Irawan dengan nada serius.

Sementara itu dalam klarifikasi kapolres di beberapa media bahwa patroli masalah tapal batas kami anggap itu “bohong” semata karena bertolak belakang dangan Sprint yang dia keluarkan sendiri. Kayaknya kapolres sudah terperangkap dengan permainanya sendiri, ” ujar irawan aktifis Yang aktif sebagai paralegal LSM INSAN TOOTABUAN ini.

Sementara Sehan Ambaru SH aktivis pemuda BMR, mengatakan bahwa satu hari sebelum kejadian kami sudah mengirim pesan dan mengingatkan pada ibu kapolres lewat pernyataan resmi di media massa dan status di postingan media social bahwa akan ada potensi konflik kalau masyarakat toruakat memaksa masuk di lokasi perusahaan dan itu harus di cegah, tapi herannya justru ini dibiarkan. Guna apa sprint itu kalau sampai timbul Korban jiwa? “ujar sehan dengan nada yang agak tinggi.

Lanjut Sehan, bahwa Sudah sejak lama saya mengkritisi dan berpesan pada Kapolres bahwa ada BROKER TAMBANG yang sudah hampir setahun ini mencoba mematik amarah warga kecamatan lolayan berkonspirasi dan melakukan agitasi pada kelompok masyarakat di desa toruakat dengan maksud membuat PT BDL tidak aman. Dan saya rasa kapolres sudah tahu siapa mereka-mereka itu.

Mereka adalah diduga kelompok yang memanfaatkan masyarakat untuk masuk di PT BDL mereka adalah H.P alias (Hadi) dan D.S.(Doni) dan NGL. (Nainggolan) tak tanggung-tanggung mereka  memanfaatkan kelompok A.R. (Andre) agar BDL tetap tidak aman dan di ganggu terus menerus. Menurut saya mereka-mereka inilah yang harus bertanggung jawab atas meninggalnya warga masyarakat toruakat yang tidak tahu menahu permasalahannya apa.
” Nah Kapolres Bolmong kami minta untuk segera menangkap nama-nama yang kami sebutkan tadi karena mereka adalah dalang di balik adanya korban jiwa tersebut, ” Tukas Sehan dengan nada kesal.

Lain lagi dengan apa yang dikatakan  ‘Ridwan Naukoko’ koordinator penggagas pembentukan INMACY (Investmen Monitoring Agency) lembaga pemantau investasi BMR.

Menurut Iwan Sapaan Akrabnya. PT BDL itu perusahaan resmi yang sudah beroperasi sejak lama di BMR, harusnya ini di jaga dan dibantu bukan di dipersulit, saya heran kenapa Kapolres Bolmong tidak mendukung PT BDL tapi justru mencari-mencari kesalahan PT BDL. ada apa dengan Kapolres Bolmong ini…?  Kami menduga Jangan-jangan kapolres sudah terpengaruh dengan Broker tambang itu.

Dan perlu di ketahui  bahwa PT BDL adalah perusahan resmi, hasil konfirmasi saya ke manajemen PT BDL bahwa mereka memperkerjakan kurang lebih hampir 100 org karyawan,10 orang pengawas divisi (mandor) dan para pengawas perusahaan itulah yang jadi korban dan diserang oleh kelompok masyarakat

Saran saya kata Iwan karena PT BDL  memiliki legal standing sebagai kontraktor, Maka negara layak Mempidanakan semua aktor intelektual di balik jatuhnya korban masyarakat dan  wajib menangkap dan penjarakan aktor di balik jatuhnya korban jiwa mereka adalah AR dan bosnya DS mereka inilah dalang yang berulang kali memprovokasi aksi untuk masuk di PT BDL, Ucap Iwan.

Iwanpun menambahkan meninggalnya warga toruakat itu harusdi usut tuntas dan diselidiki mendalam.
1. siapa orang yang pertama mengetahui, melaporkan bahwa ada korban yang akibat tembakan dan meninggal itu.
2. Siapa saksi yang bersama korban pada saat itu.
3. kontak fisik langsung,tidak ada, yang ada hanya saling lempar batu saja. dan selanjutnya ada bunyi tembakan.
4. Kejadian bukan di lokasi PT BDL karena sudah agak jauh dari site,
5. Peluru yang digunakan juga harus jelas peluru apa. Dan ini semua harus di ungkap oleh polres Bolmong agar terang benderang dan di ketahui publik, ” Tutup Iwan.

Sementara itu Kapolres polres ketika di konfirmasi lewat rilish bagian Humas isinya sebagai berikut:

1. Tidak ada Tarkam atau perkelahian antar kampung di desa Toruakat kec. Dumoga Kab. Bolmong.
2. Kegiatan masyarakat desa Toruakat hari ini di perkebunan Bolingongot adalah utk memasang patok lintas batas.kedua desa yaitu desa Toruakat dan desa Mopait kecamatan Lolayan.
3. Kehadiran Polisi dari Polres Bolmong adalah dalam rangka Harkamtibmas dalam hal ini upaya / langkah preventif untuk mencegah agar tidak terjadi gangguan Kamtibmas.
4. Polisi dalam melakukan tindakan di lapangan selalu bersikap Netral, tidak memihak salah satu pihak dan selalu mengedepankan sikap humanis dan persuasif kepada masyarakat.*(Tim)