Oktober 19, 2021

Di Duga Di Aniaya Majikan, Wanita Ini Mengadu Ke Polsek Dumoga Utara

BOLMONG,Hukrim– Dugaan kasus Kekerasan terhadap perempuan kembali terjadi di Wilayah hukum kabupaten bolaang Mongondow. Kali ini di alami oleh SM Alias Sinta (21 th) warga desa ibolian kecamatan Dumoga tengah Bolmong.

Sinta mengalami dugaan kekerasan oleh majikannya sendiri yang berinisial S alias Sur Pada hari Sabtu 9/10/2021 sekitar pukul 13.00 di salah satu kedai desa konarom tempatnya bekerja.

Kepada awak media Sinta menceritakan kronologis kejadian hingga terjadinya dugaan penganiayaan tersebut.

“Saat kejadian saya sedang makan siang di pondok depan kedai, Tiba-tiba majikan saya (Sur) masuk ke pondok dengan gelagat muka tak bersahabat dan mengeluarkan kata-kata kasar ke saya padahal saya tak tahu apa kesalahan saya.

Saya hanya diam saja karena saya menyadari begitulah jika jadi pelayan kedai harus siap di marahi kapan saja yang intinya demi kebaikan. Namun tanpa diduga pelaku langsung menendang dan menginjak kaki saya, Bukan hanya itu jika saya tak menghindar terduga pelaku mengancam akan menampar saya, ” ujar Sinta sedih.

Lebih lanjut sinta mengatakan bahwa sebenarnya dirinya sudah berhenti bekerja di kedai milik pelaku tersebut namun istri pelaku datang kerumahnya dan membujuknya untuk bekerja lagi.

Sintapun  mengaku bahwa semenjak bekerja di kedai milik terduga pelaku, dirinya tidak saja mengalami luka fisik yang tetapi kerap kali menerima hinaan dari keluarga pelaku.

Saya sering mendapatkan penghinaan dari keluarga pelaku termasuk ibu mertuanya, ” He, Kalau makan tahu diri ya, Jangan ambil ikan banyak, cuma bikin bangkrut kami saja Kamu ini, kamu makan enak nanti kerja di sini karena kamu biasa makan nasi dan garam, ” Hardik ibu mertua pelaku di tirukan korban.

Atas kejadian kekerasan ini mengakibatkan kaki korban membiru dan terdapat beberapa luka goresan. Tak terima saat itu juga korban dengan di dampingi kedua orang tuanya dan keluarga langsung melaporkan dugaan kasus Penganiayaan ke polsek Dumoga Utara dengan bukti laporan polisi Nomor : TBL/38/X/2021/ Dum.utr.

Orang tua korban Handiaty ula ketika bersua dengan media ini tak terima dengan perlakuan kekerasan yang di alami putrinya. ” Saya tak terima anak saya di aniaya Seperti ini apalagi saat di aniaya anak saya sementara makan, Orang tua mana yang tega jika anaknya di perlakukan seperti ini, Saya mohon kepada aparat penegak hukum dalam hal ini Polsek Dumoga Utara agar segera menindak lanjut laporan kami dan segera menahan pelaku, ” Ucap Handiaty sedih.

Kakak korban citra mamonto pun meminta aparat penegak hukum agar segera menahan pelaku karena tindakan pelaku tersebut sangat melukai dan menginjak harga diri keluarga, ” Tukasnya.

Kapolsek Dumoga Utara Iptu I Ketut Wiyasa SE ketika di konfirmasi di ruang kerjanya membenarkan laporan kasus dugaan penganiayaan yang di alami warga ibolian tersebut.

” Iya benar laporannya sudah kami terima dan proses awal korban telah menjalani Visum et repertum untuk kepentingan penyelidikan.

Lebih lanjut kata Kapolsek Wiyasa pada dasarnya setiap laporan yang di laporkan oleh korban, pihaknya selalu bekerja profesional dan selalu mengedepankan asas praduga tak bersalah sesuai dengan SOP kepolisian, sehingga dirinya mengharapkan kerja sama yang baik kepada keluarga korban sambil memberikan kesempatan kepada pihaknya untuk mengusut tuntas kasus ini.

” Saya minta keluarga korban bersabar dan memberikan kesempatan kepada kami untuk memproses kasus ini, Karena dalam memproses kasus apapun di perlukan data yang akurat, Jika hasil penyelidikan dan penyidikan semua unsur sudah terpenuhi antara lain alat bukti dan barang bukti sudah cukup, kami tak segan-segan menahan pelaku, ” terang Kapolsek.

Di ketahui dugaan penganiayaan tersebut terjadi di salah satu kedai rumah makan di desa konarom kecamatan Dumoga tenggara pada hari Sabtu 09/10/2021 sekitar pukul 13.00 WITA*( Tim)