Oktober 25, 2021

Alung ; Pelaku Usaha Galian C Di Kecamatan Modayag Harus Kantongi Ijin

BOLTIM,JurnalBMR.com- Asisten II Setda kabupaten Bolaang Mongondow timur (Boltim) MR Alung, mengundang sekitar 15 pelaku usaha Galian C, yang beraktivitas di wilayah kecamatan Modayag.

Mereka di undang untuk diberikan pemahaman agar di dalam beraktifitas harus mematuhi peraturan yang ada. Mulai dari Tertib administrasi dan punya legalitas yang jelas agar tidak bertentangan dengan hukum.

Undangan kepada Pemilik Galian C ini di laksanakan di Balai Pertemuan Umum (BPU) desa Liberia Timur, pada JumatĀ  16/07/2021.

Assisten II Boltim MR Alung, pada penyampaiannya mengatakan, usaha Galian C harus kantongi izin. “Pemilik usaha tidak dilarang beraktivitas, tetapi harus kantongi izin,” kata MR Alung.

Menurutnya pemerintah daerah akan membantu hingga pelaku usaha dalam pengurusan ijin usaha intinya pengusaha galian c harus bekerjasama dengan pemerintah di desa, supaya prosesnya tidak sulit. Pemda akan ikut membantu selama itu tidak menyalahi aturan,” tambahnya

Di akhir sambutannya MR Alung menyampaikan pesan Bupati Boltim Sam Sahrul Mamonto. “Rapatkan barisan, dan bergandengan tangan untuk membangun daerah kita,” jelasnya.

Sementara itu kepala Bagian ESDM Hendy Laoh juga menyampaikan mekanisme pengurusan izin agar lebih mudah dan saling menguntungkan.

“Pengurusan izin bisa lewat bumdes, biar lebih mudah,” katanya. Sembari mengingatkan pelaku usaha untuk memperhatikan sarana dan prasarana umum yang dibangun pemerintah agar tidak terdampak akibat aktivitas galian C.

Salah satu pemilik usaha Galian C Feki ochotan, saat diminta tanggapan mengaku akan mendukung niat baik pemerintah membantu kepengurusan izin usah galian C.

“Kami sepakat jika izin diurus lewat Bumdes, agar supaya PADes juga bisa meningkat, begitu juga dengan PADĀ  daerah. Lewat bumdes bisa terkontrol. Kami selaku pemilik usaha siap untuk retribusi,” terangnya.

Hadir pada acara tersebut adalah assisten II MR Alung, kepala Bagian ESDM Hendri Laoh. Mewakili Camat Ahles Aer, kasubag ESDM Hasirwan, kepala Desa Liberia Timur Sudarno, serta sebanyak 15 pelaku usaha Galian C (Mukhlas)