Oktober 19, 2021

Aktivis Ini Minta Polres Kotamobagu Lidik Dugaan Galian C Ilegal Di Mo’ayat

BOLMONG,JurnalBMR.com- Dugaan aktifitas galian C di Daerah aliran sungai (DAs) Mo’ayat desa Lolayan kecamatan Lolayan kabupaten bolaang Mongondow yang di duga menggunakan alat berat mulai tercium oleh Jajaran polres Kotamobagu dalam hal ini Unit (TIPIDTER) tindak pidana tertentu.

Hal ini di sampaikan oleh Kanit (Kepala Unit) Tipidter polres Kotamobagu Aiptu Teddy Mandagie SH saat di konfirmasi JurnalBMR.com lewat seluler, Senin 26 Juli 2021.

” Kami sudah mendapat informasi dari  beberapa warga terkait adanya dugaan aktifitas galian C di DAS Mo’ayat yang di duga menggunakan alat berat dan terindikasi tak mengantongi ijin dari dinas terkait,  “Ucap Teddy.

Teddy pun menyarankan kepada Warga dan para aktifis sosial untuk segera memasukan laporan tertulis Ke pihak polres Kotamobagu, Teddy berjanji akan menindak lanjuti laporan tersebut, “Singkatnya.

Sementara itu aktifis generasi BMR Irawan Damopolii kepada media ini mengatakan, Aktifitas Galian C yang di duga tak berijin di DAS mo’ayat selain merusak lingkungan juga berpotensi menimbulkan penyakit bagi warga mopait yang menjadi akses air kiriman dari aktifitas galian C tersebut.

Sehingga saya selaku generasi aktivis BMR meminta kepada APH dalam hal ini Polres Kotamobagu untuk mengivestigasi sekaligus melidik dugaan aktifitas Galian C ilegal di DAS mo’ayat tersebut.

Jika sudah menerima informasi saran saya polres kotamobagu proaktif tak harus menunggu laporan warga atau aktifis, ” Tegas Irawan.

Masih kata Irawan, Seharusnya kompetensi dan tanggung jawab pemerintah serta penegak hukum dalam hal menertibkan dugaan galian c ilegal di seluruh wilayah  BMR itu harus benar-benar nyata penyelesaiannya, sebagai contoh dAS moayat kecamatan  Lolayan DLL).

Pemerintah jangan lagi se olah-olah  ber- pura-pura diam dan seakan tidak tahu
Karena akibat dari Pembiaran galian C  ilegal ini Akhirnya negara di rugikan dari sisi ketentuan pendapatan pajak negara.

Serta yang paling parah sebut Irawan, dari akibat penggunaan matrial galian C ilegal ini,ternyata selain merusak  lingkungan sumber pengambilan matrial
ini memberi peluang juga kepada para oknum mafia kontraktor untuk memanipulasi kwalitas pekerjaan proyek-proyek infrastruktur jalan, jembatan, serta pekerjaan-pekerjaan lain yang menggunakan material galian C demi keuntungan pribadi para oknum-oknum mafia kontraktor ini.

(Mereka oknum mafia ini menghindari wajib pajak dan menghindari kualifikasi matrial yang di atur kualitasnya oleh ketentuan-ketentuan undang-undang tentang material galian c.

Maka sudah sepatutnya negara  menseriusi keadaan ini agar tidak memunculkan spekulasi di mata publik
Bahwa jika terjadi pembiaran ber operasi nya dugaan galian c ilegal maka berarti di duga ada konspirasi kerja sama antara penyelengara pemerintah, penegak hukum dan unsur-unsur kompoten lainnya dengan oknum pengusaha galian c ilegal tersebut,  “Terang Irawan.

Irawan menambahkan dalam waktu dekat pihaknya akan melaporkan persoalan ini ke dinas terkait dalam hal  ini DLH Bolmong dan Dinas ESDM provinsi Sulut dan meminta turun ke lokasi dan menindak lanjuti aduan masyarakat ini, ” Tutup aktifis vokal ini.

Di ketahui beberapa warga mopait kecamatan lolayan yang tinggal di bantaran sungai mengeluhkan aktifitas galian C di DAS mo’ayat, karena di duga menyebabkan Air sungai mopait menjadi kabur sehingga tak aman untuk gunakan. * (Tim)